Sejarah Perkembangan Akuntansi di Dunia

Sumber: www.alchetron.com
Luca Pacioli dikenal sebagai Bapak Akuntansi

Sejarah perkembangan akuntansi di dunia dapat ditelusuri sampai sekitar 3000 tahun SM. Hal ini terbukti dari periode Mesir kuno sewaktu pembuatan pyramid dan sphinx sekitar 2650 tahun SM. Sejak 4000 tahun SM di Babilonia terdapat catatan akuntansi di tembok-tembok yang ditemukan pada reruntuhan dari zaman itu. Demikian pula pada zaman Yunani dan Roma Kuno juga terdapat catatan akuntansi. Akuntansi pada waktu itu masih bersifat alat pencatatan dan belum bisa disebut ilmu.

Perkembangan selanjutnya terdapat pada kemajuan abad pertengahan di Italia yang menimbulkan pusat-pusat perdagangan di Florence dan Venesia serta memerlukan teknik-teknik pencatatan tertentu. Tahun 1494 di Venesia merupakan tahun pertama kali diperkenalkan tata buku berpasangan oleh Luca Pacioli dalam bukunya yang berjudul “Summa de Arithmetica Geometria Proportioni et Proportionalita (Review of Arithmetic, Geometry, and Proportions)”. Pada sub judul Particularis de Computis et Scripturis (Particulars of Reckonings and Their Recording) berisi tentang double entry accounting.

Pacioli bukan penemu pertama dari double entry melainkan merupakan orang pertama yang tulisannya diketahui, menurut pengakuannya sistem tersebut sudah dipakai kurang lebih 100 tahun sebelumnya di Venice. Sistem pembukuan rangkap sebenarnya telah digunakan oleh bangsa yang memeluk Islam. Matematika dan sistem angka sudah dikenal Islam sejak abad ke 9 M. Hal ini berarti ilmu Pacioli tahun 1491 bukan hal yang baru karena sudah dikenal Islam 600 tahun sebelumnya.

Akuntansi pada masa kelahiran feodalisme di Eropa mulai berkembang dan saling menopang dengan perkembangan ekonomi kapitalis. Akuntansi melakukan kegiatan pencatatan dan pemberian informasi bagi investor dan kreditor. Perkembangan ekonomi yang pesat di Eropa menyebabkan para investor menjelajah ke benua Amerika dan akhirnya benua Amerika menjadi daerah tumbuh pesatnya ilmu akuntansi sampai sekarang. Catatan akuntansi pada mulanya diperlukan seseorang untuk harta bendanya sendiri. Lambat laun catatan berupa neraca dan laba/ rugi menjadi alat pertanggungjawaban seseorang yang mengurus harta benda orang lain (stewardship). Tahap tersebut akuntansi telah berkembang di Eropa (Italia, Belanda, Jerman, Inggris, Perancis).

Revolusi industri pada abad ke 18 menimbulkan keperluan informasi tentang biaya produksi sehingga tercipta akuntansi biaya di samping akuntansi keuangan berupa neraca/ laba rugi. Perkembangan akuntansi biaya terutama di Inggris dengan diterbitnya buku Robert Hamilton (1798) berjudul “Introduction to Merchandise”. Buku tersebut merupakan dasar akuntansi biaya. Abad ke 19 merupakan perkembangan akuntansi, pada masa itu berkembang pula depreciation accounting, karena sebelum itu depresiasi tidak dianggap sebagai biaya. Tahun 1877, Garke dan Fells menulis buku “Factory Account” sebagai sumbangan kemajuan “industrial accounting”.

Abad ke-20 akuntansi lebih berkembang di Inggris dan Amerika Serikat serta akuntansi telah berkembang menjadi dua cabang yaitu “financial Accounting” dan “Cost Accounting”. Cost Accounting yang semula diperlukan untuk informasi biaya, berkembang menjadi alat untuk dasar berbagai putusan ekonomi para manajer, sehingga tahun 1950-an oleh Vetter diganti nama menjadi “Management Accounting”. Sejak dimulainya penjajahan Belanda oleh VOC pada akhir abad ke 20, sitem pembukuan rangkap dikenal di Indonesia. Tahun 1930-an pada masa resesi dunia, di Amerika Serikat timbul keperluan akan prinsip-prinsip akuntansi yang mendasari laporan keuangan. New York Security Exchange dan Amerika Institute of Accountants bekerja sama menyusun standar akuntansi untuk memperbaiki laporan keuangan. Oleh karena itu, akuntansi lebih meningkat pada tahap pengertian “sistem informasi” sebagaimana sekarang.

Referensi:

Gade, Muhammad. 2005. Teori Akuntansi. 1st ed. Jakarta Timur: Almahira.

Purwanti, Rita Eni & Rita Nugraheni. 2007. Siklus Akuntansi. 6th ed. Yogyakarta: Kanisius.

Posting Komentar

0 Komentar